Halaman

Sabtu, 15 Oktober 2011

Siapa Dia???

Waktu Kamu Berumur 1 Tahun,
Dia menyuapi dan memandikanmu… sebagai balasannya… kamu menangis sepanjang malam.

Waktu Kamu Berumur 2 Tahun,
Dia mengajarimu bagaimana cara berjalan… sebagai balasannya… kamu kabur waktu dia memanggilmu.

Waktu Kamu Berumur 3 Tahun,
Dia memasak semua makanan kesukaanmu dengan rasa kasih saying… sebagai balasannya… kamu buang piring berisi makanan itu ke lantai.

Waktu Kamu Berumur 4 Tahun,
Dia memberimu pensil warna… sebagai balasannya… kamu corat-coret tembok rumah dan meja makan.

Waktu Kamu Berumur 5 Tahun,
Dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah… sebagai balasannya… kamu memakainya bermain dikubangan Lumpur.

Waktu Kamu Berumur 6 Tahun,
Dia mengantarmu pergi ke sekolah… sebagai balasannya… kamu berteriak “NGGAK MAU…!”

Waktu Kamu Berumur 7 Tahun,
Dia membelikanmu mainan… sebagai balasannya… kamu merusaknya.

Waktu Kamu Berumur 8 Tahun,
Dia membelikanmu es krim… sebagai balasannya… kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu.

Waktu Kamu Berumur 9 Tahun,
Dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu… sebagai balasannya… kamu sering bolos dan sama sekali tidak mau belajar.

Waktu Kamu Berumur 10 Tahun,
Dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun… sebagai balasannya… kamu turun dari mobil tanpa memberi salam.

Waktu Kamu Berumur 11 Tahun,
Dia mengantar kamu dan teman-teman kamu ke bioskop… sebagai balasannya… kamu minta dia duduk di barisan lain.

Waktu Kamu Berumur 12 Tahun,
Dia melarangmu melihat acara TV khusus untuk orang dewasa… sebagai balasannya… kamu tunggu sampai dia keluar rumah.

Waktu Kamu Berumur 13 Tahun,
Dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya… sebagai balasannya… kamu bilang dia tidak tahu mode.

Waktu Kamu Berumur 14 Tahun,
Dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan… sebagai balasannya… kamu tidak pernah memberinya kabar.

Waktu Kamu Berumur 15 Tahun,
Pulang kerja dia ingin memelukmu… sebagai balesannya… kamu kunci pintu kamarmu.

Waktu Kamu Berumur 16 Tahun,
Dia mengajari kamu mengemudi mobil… sebagai balasannya… kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa memperdulikan kepentingannya.

Waktu Kamu Berumur 17 Tahun,
Dia sedang menunggu telpon yang penting… sebagai balasannya… kamu pakai telpon nonstop semalaman.

Waktu Kamu Berumur 18 Tahun,
Dia mengangis terharu ketika kamu lulus SMA… sebagai balasannya… kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi.

Waktu Kamu Berumur 19 Tahun,
Dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama… sebagai balasannya… kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama tema-teman.

Waktu Kamu Berumur 20 Tahun,
Dia bertanya “Darimana seharian ini?”… sebagai balasannya… kamu menjawab “Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang aja!”

Waktu Kamu Berumur 21 Tahun,
Dia menyarankanmu suatu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu… sebagai balasannya… kamu bilang “Aku nggak mau seperti kamu”

Waktu Kamu Berumur 22 Tahun,
Dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi… sebagai balasannya… kamu tanya kapan kamu bisa main ke luar negeri.

Waktu Kamu Berumur 23 Tahun,
Dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu… sebagai balasannya… kamu ceritain ke temenmu betapa jeleknya furniture itu.

Waktu Kamu Berumur 24 Tahun,
Dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan… sebagai balasannya… kamu mengeluh “Aduh… gimana sih kok bertanya seperti itu.”

Waktu Kamu Berumur 25 Tahun,
Dia membantumu membiayai pernikahanmu… sebagai balasannya… kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Waktu Kamu Berumur 30 Tahun,
Dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu… sebagai balasannya… kamu katakana “Sekarang jamannya sudah beda”

Waktu Kamu Berumur 40 Tahun,
Dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu… sebagai balasannya… kamu jawab “Aku sibuk sekali, nggak ada waktu.”

Waktu Kamu Berumur 50 Tahun,
Dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu… sebagai balasannya… kamu baca tentang pengaruh negatife orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya.

Dan hingga SUATU HARI, dia MENINGGAL dengan tenang… dan tiba-tiba kamu TERINGAT semua yang belum pernah kamu lakukan, … dan itu menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam. MAKA
BERAPAPUN UMURMU SEKARANG
dan JIKA ORANG TUAMU MASIH ADA
BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI

dan JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA
INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU DAN JANGAN LUPA KIRIMKAN TERUS DOA UNTUK DIA…

Pernahkah Anda Semua Berpikir????


Penahkah Antum berpikir bahwa Antum tidak ada sebelum Antum datang ke dunia ini...
dan bagaimana Antum berbentuk rupa sepersti saat ini padahal awalnya wujud Antum tidaklah lebih besar dari sebutir garam?

Pernahkah Antum berpikir bagaimana pepohonan mampu mengalirkan air hingga ketinggian 120 meter ke cabang-cabangnya...
padahal pepohonan tidak memiliki mesin atau pompa?

Pernahkah Antum beroikir bahwa bumi berputar pada sumbunya dengan kecepatan 1.670 km per jam...
namun demikian tak satu benda pun yang terdampar dan hilang di ruang angkasa?

Pernahkah Antum berpikir bagaimana sejumlah serangga mengepakkan sayapnya sekitar 1000 kali per detik...
akan tetapi sayap itu tidak pernah rusak atau terbakar?

Pernahkah Antum berpikir bagaimana kota yang Antum huni, rumah atau tempat kerja Antum dapat hancur akibat gempa bumi yang mungkin terjadi kapan saja atau...
Antum mungkin saja kehilangan segala sesuatu yang Antum miliki di sunia ini dalam hitungan detik saja?

Pernahkah Antum berpikir bagaimana hidup Antum berlalu begitu cepat...
hingga suatu hari nanti Antum menjadi lemah, tua, dan lambat laun kehilangan kecantikan, kebugaran, dan kekuatan Antum?

Pernahkah Antum berpikir bahwa suatu hari, di saat yang paling tidak Antum harapkan...
Antum akan berhadapan dengan malaikat maut yang dirugaskan khusus ioleh Allah dan Antum harus meninggalkan dunia ini?

Pernahkah Antum berpikir mengapa orang-orang sedemikian cintanya dengan dunia yang sebentar lagi akan mereka tinggalkan...
padahal yang semestinya mereka lakukan adalah berusaha keras meraih kebahagiaan akhirat?

Jika seseorang tidak pernah memikirkan alasan mengapa dunia ini diciptakan...
ia takkan pernah dapat memahami alasan keberadaannya di dunia. Padahal, Allah menciptakan segala sesuatu dengan tujuan tertentu.

Akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita di akhirat kelak jika kita mau memikirkan kenyataan ini sekarang dan memahaminya...
dengan mengambil pelajaran berguna selagi Allah memberi kita kesempatan di dunia ini.

"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui" (Q.S. Ad Dukhaan, 44 : 38-39)
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kemau secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada KAmi?" (Q.S. Al Mu'minuun, 23 : 115)

Kamis, 01 September 2011

THE LESSONS FROM BUTTERFLY


(1)
Suatu hari, muncul celah kecil pada sebuah kepompong; seorang pria duduk dan memperhatikan calon kupu-kupu tsb. berjuang keras selama berjam-jam untuk mendorong tubuhnya keluar melalui lobang kecil tersebut.

(2)
Kemudian, tampaknya usaha tsb. sia-sia, berhenti, dan tidak ada perkembangan yang bararti.
 Seolah-olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik, di mana tidak bisa berkelanjutan.
(3)

Maka, pria itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu.
Dia mengambil sebuah gunting dan membuka kepompong itu. Kemudian kupu-kupu itu keluar dengan sangat mudahnya.
Tapi, apa yg terjadi? Kupu-kupu itu memiliki tubuh yg tidak sempurna. Tubuhnya kecil dan sayapnya tidak berkembang.

(4)
Pria itu tetap memperhatikan dan berharap, tidak lama lagi, sayap tersebut akan terbuka, membesar, dan berkembang menjadi kuat untuk dapat mendukung badan kupu-kupu itu sendiri.

(5)
Semua yang diharapkan pria itu tidak terjadi!
Kenyataanya, kupu-kupu tersebut malah menghabiskan seluruh hidupnya merayap dengan tubuhnya yang lemah dan sayap yang terlipat.
Kupu kupu tsb. tidak pernah bisa terbang.

(6)
Apa yang pria itu lakukan, dengan segala kebaikan dan niat baiknya, dia tidak pernah mengerti, bahwa perjuangan untuk mengeluarkan badan kupu-kupu dari kepompong dengan cara mengeluarkan seluruh cairan dari badannya adalah suatu proses yang dibutuhkan, sehingga sayapnya dapat berkembang dan siap untuk terbang begitu keluar dari kepompong tersebut, sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh TUHAN.
(7)

Seringkali, perjuangan adalah sesuatu yg kita butuhkan dalam hidup ini.
Jika TUHAN memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal ini akan membuat kita lemah. Kita tidak akan sekuat seperti apa yang kita harapkan, dan tidak akan pernah terbang seperti kupu-kupu itu.

(8)
Kita meminta Kekuatan ... dan TUHAN memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kita menjadi kuat.
Kita meminta kebijaksanaan ... dan TUHAN memberikan kita masalah-masalah yang harus kita pecahkan.
Kita meminta kemakmuran ... dan TUHAN memberikan otak dan kekuatan untuk bekerja.

(9)
Kita meminta Keberanian ... dan TUHAN memberi kita rintangan untuk kita hadapi.
Kita meminta Cinta ... dan TUHAN memberikan orang-orang yang dalam kesulitan untuk kita bantu.
(10)

Kita meminta pertolongan ... dan TUHAN memberi kita kesempatan.
Kita tidak menerima apa yang kita inginkan ....
Tapi kita menerima apa yang kita butuhkan.



"Jalanilah hidup tanpa ketakutan, hadapi semua masalah, dan yakinlah bahwa kita dapat mengatasi semua itu"


(SMART Goal Setting Consult)