Laman

Sabtu, 31 Maret 2012

Kembali ke Masa Orde Lama, Organisasi Pergerakan Nasional

Assalamu’alaikum,,,
hemmm ana punya edisi baru lho…. Ya edisi khusus about SEJARAH ZAMAN DAHULU haha
:) khususnya saat PERGERAKAN NASIONAL.Penasaran? Penasaran? Etz, sebelum baca, ana mau menyampaikan, Deskripsi ini dibuat oleh kami berdua Alifatin Nur Faizah dan Uci Putri Maulida. Memang kami bekerjasama dalam pembuatan deskripsi ini. Salah satu alasannya adalah agar lebih ringan dan tidak terbebani. Jadi, pembagiannya masng-masing “2 Organisasi”. Insya Allah setelah antum baca ini, akan terlihat kompaknya kami. Hahaha ^_^
Daripada lama-lama, yuk come on … read ya :) Syukron. Semoga bermanfaat buat antum semua.

OK, yang peratama adalah tentag Nasionalisme dengan organisasinya yaitu Indische Partij.

==NASIONALISME==
INDISCHE PARTIJ (IP)
Tahun Berdiri
1912
Tokoh Pelopor/Pendiri
E.F.E Douwes Dekker
Cipto Mangunkusumo
Suwardi Suryaningrat
Bentuk Organisasi
Politik
Tujuan Organisasi
a.  Untuk mempersiapkan kehidupan bangsa Indonesia yang merdeka
b. Mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda   
Strategi Organisasi
a.  Melakukan propaganda secara lisan maupun tulisan      
b.  Menyebarkan Brosur yang berjudul Als Ik een Nederlander was (andaikan aku seorang Belanda) saat Upacara 100 tahun peringatan kemerdekaan Belanda
Sikap Terhadap Hindia-Belanda
Non Koopertif
==SEKILAS & DINAMIKA==
ð Indische Partij adalah partai politik pertama di Hindia Belanda, berdiri tanggal 25 Desember 1912.
ð Indische Partij didirikan dengan maksud untuk mengganti Indische Bond yang merupakan organisasi orang-orang Indo dan Eropa di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya keganjilan-keganjilan yang terjadi (diskriminasi) khususnya antara keturunan Belanda totok dengan orang Belanda campuran (Indo). IP sebagai organisasi campuran menginginkan adanya kerja sama orang Indo dan bumi putera. Hal ini disadari benar karena jumlah orang Indo sangat sedikit, maka diperlukan kerja sama dengan orang bumi putera agar kedudukan organisasinya makin bertambah kuat.
ð Indische Partij, yang berdasarkan golongan indo yang makmur, merupakan partai pertama yang menuntut kemerdekaan Indonesia.
ð Partai ini berusaha didaftarkan status badan hukumnya pada pemerintah kolonial Hindia Belanda tetapi ditolak pada tanggal 11 Maret 1913, penolakan dikeluarkan oleh Gubernur Jendral Idenburg sebagai wakil pemerintah Belanda di negara jajahan. Alasan penolakkannya adalah karena organisasi ini dianggap oleh pemerintah kolonial saat itu dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan bergerak dalam sebuah kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.
ð Pada tahun 1913 partai ini dilarang karena tuntutan kemerdekaan itu, dan sebagian besar anggotanya berkumpul lagi dalam Serikat Insulinde dan Comite Boemi Poetera.
ð Indische Partij berdiri sebagai suatu organisasi yang radikal dan merupakan partai politik pertama di Indonesia yang berdasarkan jiwa nasionalisme yang tinggi untuk mencapai kemerdekaan Indonesia sebagai national home bagi semua ketrurunan bumiputra, belanda, cina, arab, dan lain sebagainya, yang mengakui Hindia sebagai tanah air dan kebangsaanya. Inilah paham yang dahulu disebut Indisch Nationalisme yang pada hari kemudian menjadi paham dari Perhimpunan Indonesia dan PNI.
ð Cita-cita IP adalah menyatukan semua golongan masyarakat baik penduduk pribumi maupun keterunan asing. Tujuan IP adalah :
1.   Menumbuhkan dan meningkatkan jiwa persatuan dua golongan untuk memajukan tanah air dengan dilandasi jiwa nasional.
2.   Memersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka.
ð Tujuan organisasi disebarluaskan melalui surat kabar yaitu De Express. Isinya ditegaskan bahwa masa depan penduduk terletak ditangan penduduk Indonesia sendiri.
==AZAZ, TUJUAN==
ð Azas yang digunakan adalah mendidik suatu nasionalisme Hindia dengan memperkuat cita-cita persatuan bangsa.
ð Tujuan dibentuknya adalah sebagai bentuk untuk memajukan kepeningan bersama yang berasal dari orang-orang Indonesia yang tinggal di Belanda serta hubungan dengan Indonesia. Awalnya semua kegiatan hanya bersifat organisasi sosial saja namun pada akhirnya setelah berakhirnya Perang Dunia I timbul rasa persatuan dan sikap anti kolonialisme dan imperialisme terhadap penjajah dari para tokoh Indische Vereeniging. Terlebih lagi sejak presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson menyatakan bahwa setelah berakhirnya Perang Dunia I negara yang terjajah berhak untuk menentukan nasib dan kemerdekaan mereka sendiri.
ð Tujuan organisasi ini adalah :
1.   Membangun patriotisme semua “Indisce” terhadap tanah air yang telah memberi kehidupan pada mereka,
2.   Untuk mempersiapkan kehidupan bangsa Indonesia yang merdeka,
3.   Mendobrak kenyataan politik rasial yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda.
==TOKOH ORGANISASI==
ð RM. Suwardi Suryaningrat, Pendiri Taman Siswa
Lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889, lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantoro. Ia seorang aktivis pergerakan nasional dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi, salah satunya dengan mendirikan Perguruan Taman Siswa. Hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Semboyannya yang terkenal adalah: “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.” 
ð Dr Cipto Mangunkusumo, Pendiri Indische Partij 
Lahir di Ambarawa, 1886, adalah tokoh pendiri Indische Partij, dan dikenal sebagai  Tiga Serangkai bersama Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara. Cipto aktif menulis di koran De Locomotief sejak 1907. Tulisannya banyak mengkritik Belanda maupun budaya feodal para priyayi. Sebelum mendirikan Indische Partij bersama Tiga Serangkai, Cipto aktif dalam pergerakan Budi Utomo. Namun, karena perbedaan visi dan Cipto merasa Budi Utomo kurang mewakili aspirasi politiknya, maka ia mengundurkan diri dari kepengurusan dan bahkan keluar. Cipto terlibat dalam aksi Komite Bumi Putera melawan Belanda, berbuntut penangkapan terhadap Tiga Serangkai oleh pemerintah Belanda. Selama masa pembuangan, mereka tetap mengobarkan perlawanan lewat tulisan. 
ð Ernest François Eugène Douwes Dekker
Tokoh ini masih juga berdarah Indonesia. Namun tidak sepenuhnya. Tetapi keberadaanya bagi Indonesia sangat bermakna. Beliau mendirikan Nationale Indische Partij pada tahun 1912, Nationale Indische Partij merupakan sebuah partai politik. Menilai Budi Utomo terbatas pada bidang kebudayaan saja, maka Douwes Dekker mendirikan sebuah partai politik. Ernest François Eugène Douwes Dekker masih terhitung saudara dengan pengarang buku Max Haveelar, Eduard Douwes Dekker. Douwes Dekker sendiri yang tidak sepenuhnya berdarah Indonesia, namun ia dengan segenap jiwa dan raga berjuang untuk pergerakan nasional Indonesia. National Indische Partij pun aktif dalam berbagai organisasi internasional, seperti Liga Penentang Imperialisme dan Penindasan, serta Liga Demokrasi Internasional untuk menarik perhatian dunia internasional. Douwes Dekker mencurahkan pikiran dan tenaganya demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Bagaimana setelah membacanya?? Ingin yang lebih lagi? Simak yang beriku ini yaitu about Komunisme dengan organisasinya PKI.

==KOMUNISME==
PARTAI KOMUNIS INDONESIA (PKI)
Tahun Berdiri
1920
Tokoh Pelopor/Pendiri
Semaun, Darsono, Snevliet
Bentuk Organisasi
Politik
Tujuan Organisasi
Untuk menyebarkan Marxisme di kalangan kaum buruh dan Raya Indonesia.
Azaz
a.  Indonesia ingin menentukan nasib sendiri
b.  Bangsa Indonesia mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri
c.  Bangsa Indonesia harus bersatu melawan penjajah
Faktor yang menyebabkan PKI berkembang pesat
a.  Propagandanya yang sangat menarik
b.  Memiliki pemimpin yang berjiwa kerakyatan
c.   Pandai merebut massa rakyat yang tergabung dalam partai lain
d.  Sikapnya yang tegas terhadap pemerintah kolonial dan kapitalis
e.  Di kalangan rakyat terdapat harapan bahwa PKI bisa menggantikan Ratu Adil
Strategi Organisasi
Pemberontakan G30S/PKI
Sikap Terhadap Hindia-Belanda
Non Kooperataif
==TENTANG ORGANISASI==
Pasti nama PKI tidak asing lagi bagi kita. PKI merupakan salah satu partai yang didirikan dalam gelombang pertama perjuangan anti Belanda. Partai komunis pertama yang didirikan di Asia di luar Uni Soviet yang strateginya mendahului strategi PK Cina ini, mulanya berasal dari sebuah organisasi bernama ISDV (Indische Social Demokratische Vereniging). Mau tahu sekilas ceritanya??? Ini dia…
Awalnya, paham Marxisme masuk dan tertanam di Indonesia sejak Perang Dunia I belum dimulai. Abad ke-20, banyak para pegawai Belanda datang ke Indonesia. Salah satunya adalah Henk Sneevliet. Ia merupakan pemimpin sayap kiri Serikat Buruh Kereta Api, yang sebelumnya merupakan tokoh sayap kiri gerakan sosialis. Sneevliet terpaksa mengungsi ke Indonesia pada tahun 1913 setelah dimasukkan daftar hitam oleh birokrasi reformis dan kaum majikan. Sneevliet berhasil dalam pengertiannya atas pembelajaran Marxisme dan cara mengorganisir kaum buruh dan kepemimpinan organisasi kelas buruh. Sehingga pada 9 Mei 1914, Sneevliet bersama kawan – kawan sosialis lainnya (J.A. Brandsteder, H.W. Dekker, P. Bergsma) mendirikan Indische Social Demokratische Vereniging (ISDV). Organisasi politik yang tujuannya untuk memperbesar dan memperkuat gerakan komunis di Indonesia. Namun, tampaknya organisasi baru ini kurang mengakar dalam masyarakat Indonesia, tidak seperti Sarekat Islam yang saat itu sangat besar massa-nya. Nah, karena faktor itulah Sneevliet dan kawan – kawan menganggap akan lebih efektif pengaruh Marxisme apabila bersekutu dengan gerakan yang lebih besar. Gerakan Insulinde-lah yang menjadi awal sasaran mereka. Namun, usaha mereka gagal. Setelah 1 tahun, mereka bubar dikarenakan Insulinde ternyata tak memenuhi sasaran dan tujuan ISDV.
Sasaran ke-dua ISDV adalah gerakan raksasa ‘Sarekat Islam’. Strategi mereka sewaktu itu dengan melakukan infiltrasi (penyusupan) sebagai anggota ISDV dan SI. Sehingga, dalam kurun waktu 1 tahun, ISDV memiliki pengaruh kuat dalam kalangan anggota SI. Selain itu, dengan menggunakan momentum keadaan buruh akibat Perang Dunia I membuahkan hasil. Faktor mudahnya ISDV melakukan infiltrasi termasuk karena adanya kemelut dalam tubuh SI, adanya disiplin partai, juga Central Sarekat Islam (CSI) sebagai badan koordinasi pusat SI masih sangat lemah kekuasaannya. Sehingga cabang – cabang SI bertindak sendiri – sendiri secara bebas. Menjadikan pemimpin muda Sarekat Islam menjadi pemimpin ISDV, juga merupakan strategi mereka. Namun, ISDV semakin mengalami ‘kegelisahan’ terutama setelah terjadi depresi saat krisis November. Ditambah lagi orang – orang Eropa anggota ISDV, mulai dipenjarakan dan diusir dari Hindia Belanda, 1919, saat sikap Belanda lebih keras, setelah krisis November tersebut. Menjadikan, para tokoh Indonesia berinisiatif untuk menjadi pemimpin ISDV di Indonesia. Tersebutlah, Semaun dan Darsono.
23 Mei 1920, merupakan hari bersejarah dalam perjalanan organisasi ini. Pada saat itu, ISDV diganti dengan nama baru, Partai Komunis Hindia, oleh Semaun. Tujuh bulan kemudian, tepatnya Desember 1920, partai ini mengubah namanya menjadi Partai Komunis Indonesia, dengan tetap ketuanya, Semaun.
Karena sebab “disiplin partai”, usaha Semaun untuk perbaiki hubungan dengan Sarekat Islam tergolong gagal. SI akhirnya pecah, dan Sarekat Islam Merah diputuskan berada di bawah pengajaran ideology komunis oleh PKI. Dan pada Kongres Desember 1924, di Kota Gede, Yogyakarta, meleburlah Sarekat Rakyat (Sarekat Islam Merah) menjadi anggota PKI. PKI berkembang begitu besar dan cepat. Dengan paham Marxisme-nya yang semakin radikal. Pemberontakan terjadi di mana – mana, namun selalu berhasil dipadamkan oleh pemerintah kolonial. Puluhan ribu pengikut PKI ditangkap dan dipenjarakan serta dibuang ke Tanah Merah, Digu Atas, dan Papua.
PKI telah sesaat ‘bersemi kembali’ 10 tahun kemudian, saat Musso,salah satu tokoh komunis kembali ke Indonesia, mencoba membangkitkan semangat komunis, namun tak berhasil, karena ternyata Belanda tak mau melunakkan sikapnya pada kaum komunis Indonesia, hingga Jepang datang ke Indonesia. Musso sendiri kembali meninggalkan Indonesia pada 1936. Walaupun PKI tergolong partai illegal, namun mereka masih melakukan kegiatan politiknya, dengan tetap memperjuangkan aksi revolusioner di Indonesia. Kemudian, gerakan utama kaum kounis disalurkan melalui ‘Gerindo’ dengan tokoh utamanya, Amir Syarifuddin.
Pemberontakan tahun 1926 tergolong sia – sia. Atasnya, PKI telah mengorbankan ribuan orang yang termakan hasutan untuk ikut serta dalam pemberontakan. Dampak buruk lain, menimpa para pejuang pergerakan nasional, berupa pengekangan dan penindasan yang lebih hebat dari pemerintah kolonial, sehingga sama sekali tak punya ruang gerak.
==TOKOH ORGANISASI==

ð Semaun, Ketua Umum Pertama Partai Komunis Indonesia (PKI), dan pernah ikut dalam Komintern.
Semaun pertama kali menyapa dunia di Curahmalang, Jombang, Jawa Timur sekitar tahun 1899. Anak dari tukang batu di jawatan kereta api, Prawiroatmodjo. Walaupun bukan anak seorang priyayi, semaun dapat mengenyam bangku pendidikan di sekolah Twedee Klas (sekolah bumiputera tingkat dua) dan kemudian bekerja di Staatsspoor (SS) Surabaya sebagai juru tulis.
Semaun telah terjun di kancah politik pada usianya yang masih belia—berumur sekitar 14 tahun. Pada tahun 1914 Semaun bergabung dengan Sarekat Islam (SI) Surabaya. Setahun setelah Semaun bergabung dengan SI, 1915, dia bertemu dengan Nom de Guerre—nama samaran dalam perjuangan Henk Sneevliet, yang kemudian diajak bergabung ke Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV)—organisasi sosial demokrat Hindia Belanda. Semaun kemudian juga bergabung dalam Vereeniging voor Spoor-en Tramwegpersoneel  (VSTP)—serikat buruh kereta api dan trem.
Pada tahun 1916 Semaun pindah ke Semarang karena dia diangkat menjadi propagandis VSTP, dan otomatis dia melepaskan pekerjaannya di Staatsspoor.

  ð Mr. Amir Sjarifoeddin Harahap lahir pada 27 April 1907 merupakan seorang tokoh Indonesia, mantan menteri dan perdana menteri pada awal berdirinya negara Indonesia juga mantan pemimpin Gerindo dan Partindo Surabaya. (Klik Di sini)

Wah,wah,wah lebih mantep kan…. Tunggu ana masih punya lagi!!! Jangan buru-buru kabur nanti kalau nyesel gimana? Hehe :) Sekarang kita bahas tentang Sosialisme yaitu dengan organisasinya Gerindo.
==SOSIALISME==
GERINDO
Tahun Berdiri
1937
Tokoh Pelopor/Pendiri
Sartono, Sanusi Pane, dan Moh. Yamin
Bentuk Organisasi
Politik
Tujuan Organisasi
a.   Mencapai Indonesia Merdeka
b.   Memperkokoh ekonomi Indonesia
c.    mengangkat kesejahteraan kaum buruh
d.   memberi bantuan bagi kaum pengangguran
Asas
Gerindo juga menganut asas insidental yang sama dengan Parindra.
Sikap Terhadap Hindia-Belanda
Kooperataif
==TENTANG ORGANISASI==
Merupakan sebuah partai politik nasional Indonesia, yang dibentuk pada tahun 1937, tepatnya pada 24 Mei 1937 di Jakarta. Partai ini merupakan salah satu partai yang tergolong ‘baru’ di antara partai – partai lain yang dibentuk pada awal masa pergerakan nasional tahun 1900-1940. Partai ini merupakan bentukan dari tokoh – tokoh yang dulu tergabung dalam Partindo (Partai Indonesia),  suatu Gerakan non-kooperatif yang didirikan oleh Mr. Sartono setelah para pemimpin PNI ditangkap dan dibubarkan pada tahun 1936.
Para pemimpinnya antara lain A.K. Gani (1905-1958), Moh. Yamin (1903-1964), Amir Sjarifuddin (1907-1948), dan juga Sartono (mantan pendiri Partindo). Sebagai penerus Partindo, Gerindo tetap bersifat revolusioner. Namun, sesuai dengan situasi saat itu, Gerindo melakukan taktik perjuangan kooperatif dengan pemerintah kolonial. Terbukti dengan para anggotanya yang bekerja sama dengan pemerintah dan perizinan anggotanya untuk duduk dalam Dewan Rakyat (Volksraad). Para pemimpinnya yang bersifat tegas, mengakibatkan lebih dapat berkembang dan mendapat dukungan rakyat.
Kebangsaan-kerakyatan menjadi salah satu asas Gerindo. Tahu tidakk?? Ternyata,  Asas kebangsaan Gerindo tidak didasarkan atas dasar “satu darah, satu turunan” dan asas kerakyatan (demokrasi) Gerindo adalah demokrasi dalam berbagai lapangan masyarakat, yaitu demokrasi politik, demokrasi ekonomi, dan demokrasi sosial. Gerindo merupakan gerakan yang mengutamakan kegiatan di bidang politik.  Karena menurut Gerindo, kemenangan di bidang politik merupakan jalan utama membawa rakyat ke susunan ekonomi dan sosial yang lebih sempurna. Aktivitas di bidang politik pertama kali ditunjukkan dengan sikap menyokong bagian petisi yang menuju konferensi imperial, di mana utusan – utusan Belanda dan Indonesia mempunyai hak sama untuk memusyawarahkan kedudukan Indonesia, hal ini berada dalam Petisi Sutardjo. Kemudian, dalam manifesnya menyatakan sikapnya yang anti-fasisme, saat pecahnya perang antara Jepang dan Tiongkok. Gerindo juga mempergunakan dewan – dewan sebagai alat – alat perjuangan dan tempat menyusun kekuatan untuk memengaruhi kemajuan rakyat.
Gerindo berjuang untuk mencapai kemerdekaan nasional, baik di bidang politik, ekonomi, dan sosial demi kesejahteraan rakyat. Dengan tujuan ini, menjadikan Gerindo bercorak Internasional dan sosialis. Bercorak internasional mengandung pengertian bahwa Gerindo mencoba mengembangkan hubungan dengan luar negeri. Sosialis mengandung pengertian bahwa dalam perbaikan tingkat kehidupan rakyat dan keadilan sosial selalu diusahakan dengan cara demokratis. Gerindo juga menginginkan terbentuknya suatu pemrintahan sendiri  yang dikehendaki oleh rakyatnya. Dalam bidang politik, Gerindo menuntut adanya parlemen yang bertanggung jawab kepada rakyat. Bidang Ekonomi, dengan pembentukan Penuntun ekonomi Rakyat Indonesia (PERI). Bidang sosial, dengan diperjuangkannya persamaan hak dan kewajiban di dalam masyarakat. Sehingga, sewaktu diadakan Kongres di Palembang, 1-2 Agustus 1939, diputuskan untuk menerima anggota dari golongan peranakan (Eropa, Cina, dan Arab). Meskipun asas perjuangannya sesuai harapan rakyat, namun gerakan ini kurang mendapat tempat di hati rakyat karena organisasi ini tak lahir dari bawah.
Organisasi ini mengalami kegoyahan setelah terjadi perbedaan pendapat. Salah satu pemimpinnya, Moh. Yamin dipecat karena dinilai tidak loyal kepada organisasi. Kemudian pada 21 Juli 1939, Moh. Yamin mendirikan partai baru yang disebut Partai Persatuan Indonesia (Partindo), yang bersifat kooperatif dan berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat. Selain itu, karena tak dapat mengakar dalam Volksraad, Gerindo selalu terdesak oleh partai – partai yang lebih moderat, dikarenakan sikapnya yang revolusioner. Akibatnya, Gerindo tak mendapat kursi. Gerindo yang juga sebagai partai anti-fasisme tentu saja menentang Jepang, sehingga setelah Jepang berkuasa di Indonesia, semua organisasi politik termasuk Gerindo, kecuali majelis ismail A’la-Indonesia (MIAI), dengan mudah dibubarkan oleh Jepang.
Gerindo melahirkan suatu gerakan pemuda yang dinamakan Barisan Pemuda Gerindo, dengan tokohnya seperti Armansyah dan D.N. Aidit.


Bagaimanakah? Meskipun tidak ada gambar tapi masih suka bacanya kan??? ^_^ Sekarang ini yang terakhir yaitu about Pan-Islamisme dengan organisasinya Sarekat Islam. Mari……………..

==PAN-ISLAMISME==
SAREKAT ISLAM (SI)
Tahun Berdiri
1912
Tokoh Pelopor/Pendiri
H.O.S Cokroamonoto, HJ Samahudi
Bentuk Organisasi
Ekonomi dan Politik
Tujuan Organisasi
a.   Mengembangkan jiwa dagang
b.   Membantu anggota-anggota yang mengalami kesulitan dalam bidang usaha
c.    Memajukan pengajaran dan semua usaha yang mempercepat naiknya derajat rakyat
d.   Memperbaiki pendapat-pendapat yang keliru mengenai agama islam
e.   Hidup menurut perintah agama
Strategi Organisasi
a.   SI tidak membatasi keanggotaannya hanya untuk                                                 masyaakat Jawa dan Madura saja.
b.   Mengadakan kongres antar bangsa.
c.    Keluar dari Volksraad (Dewan Rakyat).
Sikap Terhadap Hindia-Belanda
Non Koopertif
==SEKILAS & DINAMIKA==
ð Pada mulanya Sarekat Islam adalah sebuah perkumpulan para pedagang yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Pada tahun 1911, SDI didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi sebagai suatu koperasi pedagang batik Jawa. Garis yang diambil oleh SDI adalah kooperasi, dengan tujuan memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji-panji Islam. Keanggotaan SDI masih terbatas pada ruang lingkup pedagang, maka tidak memiliki anggota yang cukup banyak. Oleh karena itu agar memiliki anggota yang banyak dan luas ruang lingkupnya, maka pada tanggal 18 September 1912, SDI diubah menjadi SI (Sarekat Islam).
ð Organisasi Sarekat Islam (SI) didirikan oleh beberapa tokoh SDI seperti H.O.S Cokroaminoto, Abdul Muis, dan H. Agus Salim. Sarekat Islam berkembang pesat karena bermotivasi agama Islam.
ð Latar belakang ekonomi berdirinya Sarekat Islam adalah:
a.    Perlawanan terhadap para pedagang perantara (penyalur) oleh orang Cina,
b.    Isyarat pada umat Islam bahwa telah tiba waktunya untuk menunjukkan kekuatannya, dan
c.    Membuat front melawan semua penghinaan terhadap rakyat bumi putera.
ð Kecepatan tumbuhnya SI bagaikan meteor dan meluas secara horizontal. SI merupakan organisasi massa pertama di Indonesia. Antara tahun 1917 sampai dengan 1920 sangat terasa pengaruhnya di dalam politik Indonesia. Untuk menyebarkan propaganda perjuangannya, Sarekat Islam menerbitkan surat kabar yang bernama Utusan Hindia.
ð Pada tanggal 29 Maret 1913, para pemimpin SI mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jenderal Idenburg untuk memperjuangkan SI berbadan hukum. Jawaban dari Idenburg pada tanggal 29 Maret 1913, yaitu SI di bawah pimpinan H.O.S Cokroaminoto tidak diberi badan hukum. Ironisnya yang mendapat pengakuan pemerintah kolonial Belanda (Gubernur Jenderal Idenburg) justru cabang-cabang SI yang ada di daerah. Ini suatu taktik pemerintah kolonial Belanda dalam memecah belah persatuan SI.
ð Bayangan perpecahan muncul dari pandangan yang berbeda antara H.O.S Cokroaminoto dengan Semaun mengenai kapitalisme. Menurut Semaun yang memiliki pandangan sosialis, bergandeng dengan kapitalis adalah haram.
ð Dalam kongres SI yang dilaksanakan tahun 1921, ditetapkan adanya disiplin partai rangkap anggota. Setiap anggota SI tidak boleh merangkap sebagai anggota organisasi lain terutama yang beraliran komunis. Akhirnya SI pecah menjadi dua yaitu SI Putih dan SI Merah.
a.    SI Putih, yang tetap berlandaskan nasionalisme dan Islam. Dipimpin oleh H.O.S. Cokroaminoto, H. Agus Salim, dan Suryopranoto yang berpusat di Yogyakarta.
a.    SI Merah, yang berhaluan sosialisme kiri (komunis). Dipimpin oleh Semaun, yang berpusat di Semarang.
ð Dalam kongresnya di Madiun, SI Putih berganti nama menjadi Partai Sarekat Islam (PSI). Kemudian pada tahun 1927 berubah lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Sementara itu, SI Sosialis/Komunis berganti nama menjadi Sarekat Rakyat (SR) yang merupakan pendukung kuat Partai Komunis Indonesia (PKI). 
==AZAZ, TUJUAN==
ð Tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan anggaran dasarnya adalah:
a.    Mengembangkan jiwa berdagang,
b.    Memberi bantuan kepada anggotanya yang mengalami kesukaran,
c.    Memajukan pengajaran dan semua yang mempercepat naiknya derajat bumi putera,
d.    Menentang pendapat-pendapat yang keliru tentang agama islam,
e.    Tidak bergerak dalam bidang politik, dan
f.     Menggalang persatuan umat islam hingga saling tolong menolong.

==TOKOH ORGANISASI==
ð KH. Samanhudi, Pedagang Sekaligus Pejuang 
Lahir di Lawayen, Solo pada 1868, dari keluarga pedagang. Pada 1905, ia mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI), organisasi nasional yang menentang Belanda dan memperjuangkan martabat pedagang pribumi. SDI kemudian berubah menjadi Sarekat Islam (SI) pada 1912, dan pada konggres tahun 1913, KH Samanhudi terpilih menjadi ketua. Terlibat dalam gejolak politik pasca-kemerdekaan dengan mendirikan organisasi Barisan Pemberontak Indonesia yang melawan Belanda NICA, dan laskar rakyat bernama Gerakan Kesatuan Alap-Alap.
ð HOS. Cokroaminoto, Pendiri Sarekat Islam 
Lahir di Ponorogo pada 1882 dari keluarga R. M. Cokroamiseno, seorang pegawai pemerintahan yang pernah menjabat bupati. Menamatkan sekolah di Oplayding School Foor Inladishe Ambegtenaren (OSVIA), Magelang, dan sempat menjadi pegawai sebelum memutuskan keluar dan aktif dalam pergerakan nasional melawan Belanda.
Sepak terjang politiknya sangat menonjol pada era 1912, di mana ia mendirikan SDI yang kelak berubah menjadi SI. Kata mutiaranya yang termasyhur: “Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat.”
ð H. Agus Salim, The Grand Old Man
Lahir di Sumatera, 8 Oktober 1884 dengan nama Mashudul Haq yang berarti pembela kebenaran. Ayahnya, Angku Sutan Mohammad Salim, adalah seorang kepala jaksa di Pengadilan Tinggi Riau. Sepak terjang politiknya cukup meresahkan Belanda sejak ia bergabung di koran Harian Neratja pada 1915, dan masuk organisasi Sarekat Islam. Namanya meroket diera 1946-1950, dan mendapat julukan Orang Tua Besar (The Grand Old Man).
ð Abdul Muis, Sang Pahlawan Pena
Lahir di Bukit Tinggi, 3 Juli 1883, Abdul Muis adalah pejuang rakyat dengan senjata pena yang tajam menusuk tirani Belanda. Dengan pena pula ia mengobarkan semangat perlawanan dan memperjuangkan kemerdekaan. Menempuh pendidikan dokter di STOVIA, Batavia, ia memutuskan berhenti dan aktif menulis di koran De Express. Ia bergabung dengan Sarekat Islam, sebelum mendirikan Komite Bumiputera bersama tokoh pergerakan nasional lainnya untuk melawan Belanda. Ia juga menulis buku sastra berjudul Salah Asuhan.

Yaaa……………..sudah habis. Afwan ya, cukup sekian nih. Semoga bermanfaat ya. Jazakumullah telah membacanya ^_^. Ma’assalamah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar